TIPS MEMBERSIHKAN PARU-PARU PEROKOK



Paru-paru adalah salah satu organ inti dalam tubuh kita. Peranannya yang sangat penting mengharuskan kita merawatnya agar tidak sakit. Salah satu caranya adalah dengan tidak merokok dan meghirup udara berpolusi. 
Setiap tahun jumlah perokok di Indonesia bahkan juga di dunia makin bertambah. Peningkatan ini didominasi oleh para "New Smoker", perokok pemula dari kalangan remaja. Beragam acaman kesehatan yang ditujukan kepada para perokok seolah tak mempan.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/melkidjafar/mengapa-sebagian-perokok-berat-masih-nampak-sehat_560d4bbff29673450ab9db41Setiap tahun jumlah perokok di Indonesia bahkan juga di dunia makin bertambah. Peningkatan ini didominasi oleh para "New Smoker", perokok pemula dari kalangan remaja. Beragam acaman kesehatan yang ditujukan kepada para perokok seolah tak mempan.
Beberapa faktor penyebab dari maraknya perokok dalam kehidupan remaja antara lain, karena faktor lingkungan, gencarnya iklan rokok di televisi yang mudah ditonton oleh anak remaja, mudahnya akses untuk mendapatkan rokok dan keluarga yang berawal dari orang tua perokok juga menjadi faktor penyebab anak remaja merokok. Dan juga merokok sering di jadikan budaya oleh sebagian orang dengan menyuguhkan rokok pada tamu merupakan kewajiban. Sehingga dengan melihat realita saat ini, pencapaian bebas asap rokok di Indonesia akan semakin sulit.
Beberapa faktor penyebab dari maraknya perokok dalam kehidupan remaja antara lain, karena faktor lingkungan, gencarnya iklan rokok di televisi yang mudah ditonton oleh anak remaja, mudahnya akses untuk mendapatkan rokok dan keluarga yang berawal dari orang tua perokok juga menjadi faktor penyebab anak remaja merokok. Dan juga merokok sering di jadikan budaya oleh sebagian orang dengan menyuguhkan rokok pada tamu merupakan kewajiban. Sehingga dengan melihat realita saat ini, pencapaian bebas asap rokok di Indonesia akan semakin sulit.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/melkidjafar/mengapa-sebagian-perokok-berat-masih-nampak-sehat_560d4bbff29673450ab9db41

“MEROKOK MATI, TIDAK MEROKOK JUGA AKAN MATI JADI MEROKOK AJA SAMPAI MATI” Kalimat ini sering kali menjadi jawaban para perokok jika merasa terusik oleh orang lain. Bahkan sebagian dari mereka sering berasumsi bahwa si A saja merokok sekian tahun sampai sekarang dia masih tetap sehat bahkan bisa mencapai masa tuanya. Dari ungkapan itu, kita sendiri pun terkadang bertanya-tanya kenapa hal itu bisa terjadi, padahal sudah jelas kebenaran sains yang evidence based seperti ilmu kedokteran dan public health, khususnya epidemiologi yang amat ketat metodologinya mengumpulkan bukti-bukti empiris secara longitudinal selama puluhan tahun bahwa rokok memiliki dampak yang buruk bagi kesehatan.
“Merokok mati, tidak merokok juga akan mati jadi nikmati saja” Kalimat ini sering kali menjadi jawaban para perokok jika merasa terusik oleh orang lain. Bahkan sebagian dari mereka sering berasumsi bahwa si A saja merokok sekian tahun sampai sekarang dia masih tetap sehat bahkan bisa mencapai masa tuanya. Dari ungkapan itu, kita sendiri pun terkadang bertanya-tanya kenapa hal itu bisa terjadi, padahal sudah jelas kebenaran sains yang evidence based seperti ilmu kedokteran dan public health, khususnya epidemiologi yang amat ketat metodologinya mengumpulkan bukti-bukti empiris secara longitudinal selama puluhan tahun bahwa rokok memiliki dampak yang buruk bagi kesehatan.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/melkidjafar/mengapa-sebagian-perokok-berat-masih-nampak-sehat_560d4bbff29673450ab9db41
Merokok mati, tidak merokok juga akan mati jadi nikmati saja” Kalimat ini sering kali menjadi jawaban para perokok jika merasa terusik oleh orang lain. Bahkan sebagian dari mereka sering berasumsi bahwa si A saja merokok sekian tahun sampai sekarang dia masih tetap sehat bahkan bisa mencapai masa tuanya. Dari ungkapan itu, kita sendiri pun terkadang bertanya-tanya kenapa hal itu bisa terjadi, padahal sudah jelas kebenaran sains yang evidence based seperti ilmu kedokteran dan public health, khususnya epidemiologi yang amat ketat metodologinya mengumpulkan bukti-bukti empiris secara longitudinal selama puluhan tahun bahwa rokok memiliki dampak yang buruk bagi kesehatan.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/melkidjafar/mengapa-sebagian-perokok-berat-masih-nampak-sehat_560d4bbff29673450ab9db41
Para ilmuwan Inggris berhasil menguak misteri kenapa orang terlihat tetap sehat dan baik-baik saja meski telah menjadi perokok selama puluhan tahun lamanya. Sebaliknya, mereka justru tampak sakit-sakitan ketika berhenti merokok. Kenapa hal ini bisa terjadi? Sebuah analisis terhadap lebih dari 50.000 orang menunjukkan adanya mutasi yang menguntungkan pada fungsi paru-paru dan justru melindungi dampak mematikan dari merokok. Temuan itu akan menjadi petunjuk untuk menciptakan obat untuk meningkatkan kesehatan paru-paru.
Meski begitu, tidak hanya pada perokok, penyakit paru-paru juga bisa dialami seseorang yang belum pernah menyentuh rokok selama hidup mereka.
Penelitian tersebut berfokus pada Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) atau penyakit paru-paru kronis yang ditandai dengan sesak napas, batuk, dan infeksi dada yang berulang.
Dengan membandingkan perokok dan non-perokok yang terjangkit penyakit paru-paru maupun tidak, ditemukan adanya DNA tertentu yang bekerja mengurangi risiko COPD. Jadi perokok dengan "gen baik" memiliki risiko lebih rendah terkena COPD dibandingkan dengan mereka yang memiliki "gen buruk".
Prof Martin Tobin, salah seorang peneliti dari University of Leicester, mengatakan gen punya andil besar terhadap cara paru-paru tumbuh dan merespons cedera. Namun dia juga mengingatkan para perokok untuk segera berhenti agar terhindar dari risiko penyakit mematikan.
"Tak ada jaminan bahwa seseorang akan terlindungi dari asap tembakau. Mereka (perokok) akan memiliki paru-paru yang tidak lebih sehat daripada non-perokok.


Merokok mati, tidak merokok juga akan mati jadi nikmati saja” Kalimat ini sering kali menjadi jawaban para perokok jika merasa terusik oleh orang lain. Bahkan sebagian dari mereka sering berasumsi bahwa si A saja merokok sekian tahun sampai sekarang dia masih tetap sehat bahkan bisa mencapai masa tuanya. Dari ungkapan itu, kita sendiri pun terkadang bertanya-tanya kenapa hal itu bisa terjadi, padahal sudah jelas kebenaran sains yang evidence based seperti ilmu kedokteran dan public health, khususnya epidemiologi yang amat ketat metodologinya mengumpulkan bukti-bukti empiris secara longitudinal selama puluhan tahun bahwa rokok memiliki dampak yang buruk bagi kesehatan.




Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/melkidjafar/mengapa-sebagian-perokok-berat-masih-nampak-sehat_560d4bbff29673450ab9db4

Ini jenis makanan menjaga paru-paru tetap bersih


1. Buah dan Sayur yang Mengandung Karotinoid

Beberapa buah dan sayur yang memiliki kandungan karonoid adalah wortel, ubi jalar, sayuran hijau gelap dan tomat. Karena khasiatnya, bahkan karotinoid digunakan untuk dijadikan antioksidan untuk mengurangi risiko kanker paru-paru. 
2. Makanan dengan Asam Lemak Omega-3
Makanan yang kaya akan asam lemak omega 3 secara bertahap mampu menyembuhkan asma. Asam lemak omega 3 dapat ditemukan pada ikan salmon, tuna, trout, kacang-kacangan dan juga biji rami.
3. Sayuran
Sayuran seperti kubis, brokoli dan kol memiliki kandungan yang sangat baik untuk paru-paru. Jadi, selalu sertakan sayuran dalam setiap menu makananmu setiap hari. 
4. Makanan yang Mengandung Folat
Dalam tubuh, folat yang berasal dari makanan seperti bayam, asparagus, buah jeruk, kacang dan alpukat akan diubah menjadi asam folat. Makanan tersebut juga secara bertahap melindungi paru-paru dari kanker.
5. Makanan Bervitamin C
Vitamin C adalah salah satu nutrisi yang sangat penting untuk kesehatan paru-paru. Kamu dapat memperoleh vitamin C dari buah-buahan seperti jeruk. Buah kiwi, stroberi, anggur, nanas dan mangga juga memiliki kandungan vitamin C yang tinggi. 
6. Bawang Putih
Bawang putih memiliki zat yang disebut allicin yang mampu melawan infeksi dan mengurangi peradangan pada paru-paru. Zat ini akan sangat baik bagi penderita asma dan infeksi paru-paru.
7. Buah Berry
Flavonoid, karotenoid, lutein dan zeaxanthin yang terdapat dalam berry dapat menghilangkan karsinogen dari paru-paru. Adapun jenis buah berry yang bisa kamu coba yaitu blueberry, raspberry ataupun blackberry. 
8. Apel
Apel merupakan salah satu makanan yang baik untuk paru-paru. Selain mudah diperoleh, harganya pun lumayan terjangkau. Bahkan, telah tersedia berbagai jus apel yang bisa dengan praktis langsung dinikmati. 
9. Jahe
Menambahkan jahe ke dalam masakan, atau menjadikannya minuman hangat akan memberikan efek yang baik untuk paru-paru. 
10. Kunyit
Rempah yang mirip jahe ini juga mampu meringankan peradangan pada paru-paru. Zat curcumin yang terdapat didalamnya menghilangkan zat penyebab kanker paru-paru.
11. Delima
Buah delima berguna untuk meningkatkan suplai darah dan menghilangkan zat beracun dari paru-paru. 
12. Anggur
Anggur secara alami mampu membersihkan paru-paru dengan vitamin dan mineral yang terkandung di dalamnya. 
13. Makanan yang Mengandung Magnesium
Magnesium merupakan salah satu mineral terbaik untuk menyembuhkan asma. Beberapa makanan yang mengandung magnesium diantaranya adalah kacang-kacangan, alpukat, pisang, ikan dan buah-buahan kering. 
14. Air Putih
Air adalah elemen terpenting yang membantu kerja paru-paru untuk meningkatkan sirkulasi darah ke seluruh tubuh. 

Comments